Burung Tidak Dilindungi dari Sulawesi Tengah

brDalam terciptanya keseimbangan ekosistem, burung termasuk dalam satwa yang memiliki peran dalam menunjang kehidupan manusia. Satwa yang memiliki sepasang sayap, dua kaki, berkembang biak dengan cara bertelur, dan termasuk dalam kelompok vertebrata ini banyak dimanfaatkan dan dipelihara manusia. Untuk itu, agar dapat bermanfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang, pemanfaatannya dari alam harus dilakukan secara berkelanjutan.

SelanjutnyaBurung Tidak Dilindungi dari Sulawesi Tengah

Sembilan Manfaat Hutan Bagi Kehidupan

Hutan merupakan suatu wilayah yang cukup luas di mana di dalamnya berisi antara tumbuhan dan berbagai satwa dan beraneka unsur tak hidup lainnya, mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas yang berbeda dari wilayah di luarnya. Bagi kehidupan, keberadaan hutan memiliki peran penting dengan memberikan beragam manfaat, karena itu keberadaannya harus dijaga dan dilestarikan. Banyak fakta yang dapat menjadi pembelajaran bahwa jika hutan dirusak, maka hutan pun akan mengancam dengan bencana yang datangnya tidak dapat diduga.

SelanjutnyaSembilan Manfaat Hutan Bagi Kehidupan

Wisata Taman Hutan di Sekitar Kota Palu

Dewasa ini, kebutuhan masyarakat untuk melakukan rekreasi dan wisata di lokasi yang masih alami cenderung terus meningkat. Kebutuhan ini tumbuh di sebagian besar warga kota, tidak terkecuali di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pada hari libur, lokasi-lokasi wisata yang terdapat di Kota Palu dan sekitarnya banyak dikunjungi wisatawan, yang pada umumnya disuguhi dengan pemandangan pantai dan laut. Bagi warga Kota Palu dan sekitarnya yang ingin melakukan wisata dengan objek selain pemandangan pantai dan laut, salah satu lokasi wisata yang menarik adalah objek Obyek Wisata Alam Kapopo.

SelanjutnyaWisata Taman Hutan di Sekitar Kota Palu

Kesepakatan Bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Badan Pengelola REDD+ Dalam Penurunan Emisi GRK dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+)

Logo BersamaUntuk mendukung, mengembangkan serta memantau program dan kegiatan implementasi REDD+ di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada kabupaten percontohan, Gubernur Sulawesi Tengah bersama dengan Bupati Donggala; Bupati Sigi; Bupati Parigi Moutong; Bupati Tolitoli; dan Bupati Tojo Unauna, menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Badan Pengelola Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (Badan Pengelola REDD+).

SelanjutnyaKesepakatan Bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Badan Pengelola REDD+ Dalam Penurunan Emisi GRK dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+)

Rintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (2)

NoerTulisan ini merupakan saduran dari laporan hasil pelaksanaan Rintisan FPIC REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah yang kami sampaikan kepada UN-REDD Programme Indonesia dan unsur terkait, pada Tahun 2012. Rintisan FPIC/PADIATAPA dilaksanakan di Desa Pakuli dan Simoro Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi – dua desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah melalui Sub Pokja Bidang IV (Bidang FPIC dan Pemberdayaan).

SelanjutnyaRintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (2)