Keuntungan Penambang Emas Poboya, Kota Palu?

Dalam tiga tahun terakhir ini, salah satu isu lingkungan yang banyak dibicarakan masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah adalah kerusakan lingkungan akibat penambangan emas yang ada di Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Di sekitar lokasi ini sekarang dipenuhi dengan mesin-mesin tromol pengolah emas dan lubang-lubang menganga bekas galian para penambang. Beberapa orang mengatakan bahwa udara, air dan tanah di sekitar kawasan ini telah tercemar oleh zat-zat kimia berbahaya, seperti mercuri yang digunakan dalam proses pengolahan penambangan ini. Banyak masyarakat Kota Palu yang menghawatirkan tercemarnya air ledeng (PDAM), mengingat sumber airnya berasal dari sekitar lokasi ini.

SelanjutnyaKeuntungan Penambang Emas Poboya, Kota Palu?

Apa Kata Dunia?

Kemarin, ketika aku masuk kantor, aku sedikit heran karena di depan ruanganku ada banyak teman-teman. Aku pikir hari ini kan baru tanggal 31 Maret, kenapa teman-teman sudah pada ngerumuni bendahara, ada amprah kenaikan gajian apa ya…?

Saat mendekat, aku lihat teman-teman sedang mengisi sebuah formulir. “Ada apa nih bu…” tanyaku pada Bu Shifa, salah seorang teman kantorku.

SelanjutnyaApa Kata Dunia?

Seneca: Kenapa Mesti Marah?

Hampir dipastikan bahwa semua orang, termasuk nabi sekalipun, pernah marah, karena marah adalah salah satu sisi kemanusiaan yang normal. Namun demikian, orang yang setiap saat marah tanpa penyebab yang jelas, tentu saja tidak tepat dikatakan sebagai orang normal. Oleh karena itu juga, ada yang menyebut bahwa marah itu sama dengan gila, namun tingkat kegilaannya masih rendah.

SelanjutnyaSeneca: Kenapa Mesti Marah?

Pencerahan dari Panti

Temanku di kantor namanya Mas Anas, bila kendaraannya kotor selalu dicuci di tempat pencucian kendaraan milik sebuah panti asuhan. Dia menceritakan pengalamannya, sehingga akhirnya akupun mengikuti langkah dia.

Lima tahun yang lalu, pada permulaan pengalaman itu, dia mengatakan bahwa “saya mencuci kendaraan di sana, supaya rizki saya lancar”. Walaupun saya tidak setuju terhadap argumennya, namun demi pertemanan aku menghormati keyakinannya itu. Sampai sekarang dia dan aku masih mencuci kendaraan di sana.
______________

SelanjutnyaPencerahan dari Panti