Kambing Lelaki Tua …

KmbgDi tengah terik matahari, seorang lelaki tua duduk di sisi bangunan jembatan di pinggiran kota. Hembusan angin dari arah perbukitan meniup bagian rambut putih yang tidak tertutup oleh topi baretta-nya. Otot kakinya nampak kokoh karena selalu berjalan tanpa alas kaki. Di pinggangnya, terselip sebuah parang yang selalu setia menemaninya hampir sepanjang hari. Sesekali lelaki tua ini menengok ke belakang untuk mengawasi kambing-kambing gembalaannya yang sedang makan rerumputan.

Kambing-kambing yang sedang digembalakan di pinggiran kota sebenarnya bukan pemandangan yang aneh. Namun, karena pada siang itu kebetulan aku sedang membawa kamera, rasa ketertarikan untuk memotret membuat aku menghentikan kendaraan tidak jauh dari tempat lelaki tua ini duduk. Setelah aku memotretnya, lelaki tua ini hanya tersipu malu ketika diperlihatkan foto-foto dirinya.

Di sekitar kota tempat tinggalku, penggembalaan kambing seperti yang dilakukan oleh lelaki tua ini, merupakan salah satu usaha yang digeluti oleh sebagian masyarakat. Setiap pagi, pengembala mengeluarkan kambing-kambingnya untuk dibawa ke lokasi yang banyak ditumbuhi rerumputan. Kemudian, pada sore hari mereka akan menggiring pulang kambing-kambingnya untuk dikandangkan.

 Ketika kita sedang menikmati lezatnya sate atau gulai kambing, mungkin kita tidak berpikir bahwa lelaki tua dan para penggembala kambing lainnya inilah yang berjasa dalam mensuplai kebutuhan daging kambing penduduk kota, bahkan hingga diperjualbelikan antar pulau.

Semoga usaha pengembalaan kambingnya sukses selalu pak tua …

gembala

RSS
Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Whatsapp