KPH Model Dampelas Tinombo

Kejernihan air laut dengan pemandangan sekitar yang indah menggoda kami untuk berendam dan berenang. Airnya yang tenang dan nyaris tidak ada deburan ombak membuat pasir di dalam air kelihatan nampak jelas. Senang rasanya mandi di laut, apalagi pada pagi yang masih sejuk. Setiap kali mandi di laut perasaan senang ini selalu ada, ini mungkin naluri seorang cucu karena nenek moyang ku seorang pelaut (bukan judul lagu). Tapi kalau kata teman sih, yang membuat kita senang mandi di laut karena air laut merupakan penghasil oksigen terbesar. Kesegaran air laut seperti ini kami rasakan saat berada di Rerang, salah satu desa di Kabupaten Donggala bagian pantai barat.

Disamping berbatasan langsung dengan laut, wilayah Desa Rerang juga berbatasan dengan kawasan hutan yang berada di bawah pengelolaan KPH Dampelas Tinombo.  KPH merupakan kependekan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan, adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dikelola secara efisien dan lestari. KPH merupakan sistem baru pengelolaan hutan di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Dengan sistem ini, seluruh kawasan hutan akan terbagi dalam wilayah-wilayah KPH, serta akan menjadi bagian dari penguatan sistem pengurusan hutan nasional, provinsi, kabupaten/kota.

Sedangkan KPH Dampelas Tinombo merupakan sebuah KPH model di Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai bentuk awal organisasi KPH sesuai dengan tipologi wilayah setempat, yang secara bertahap didorong untuk berkembang sesuai dengan siklus pertumbuhan organisasi. Wilayah KPH ini berada di lintas Kabupaten Parigi Moutong dan Donggala, seluas ± 118.068 ha, meliputi kawasan hutan lindung seluas ± 50.312 ha, kawasan hutan produksi terbatas seluas ± 66.766 ha, dan kawasan hutan produksi seluas ± 991 ha.

 Pada kawasan KPH Dampelas-Tinombo terdapat beberapa jenis vegetasi hutan yang dapat diidentifikasi seperti: Eboni (Diospyros celebica Bakh), Binuang (Octomeles sumatrana), Dahu (Dracontaleon dao), Nyatoh (Palaquium sp), Palapi (Terrietia javanica), Meranti (Shorea sp), Ketapang (Terminalia catappa), Jabon (Anthochepalus cadamba), Cempedak, Enau (Arenga pinnata) dan jenis palem lainnya. Sedangkan jenis tumbuhan bawah yang dapat dijumpai adalah Rotan (Calamus sp), Bambu Hutan (Bambusa sp), Rerumputan/Alang-alang, Paku-pakuan, Liana dan jenis tumbuhan bawah lainnya.

Jenis-jenis satwa yang terdapat adalah Monyet Hitam (Macaca sp), Tupai (Tupaia sp), Babi Hutan (Sus celebensis), Bajing (Callosciurus notetus), Ular Sawah (Phyton recticulantus), Burung Gagak (Corvus sp), Burung Nuri (Trichoglossus ornatus), Kakatua (Cacatua sulphurea) dan Burung Elang (Haliastorindus sp), dan satwa lainnya.

Akhirnya, semoga pada tahun-tahun mendatang kita masih dapat menikmati jernihnya air laut dan segarnya udara desa karena sumberdaya laut dan hutannya yang terjaga.

Whatsapp
Facebook
Twitter
Google+
LinkedIn
RSS