Notice: Trying to get property of non-object in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/libs/controllers/sfsi_wordpresshelper.php on line 252

Pemulihan Kerusakan Terumbu Karang di Sulawesi Tengah


Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, string given in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/usm_premium_icons.php on line 624

Tulisan ini merupakan kutipan dari materi salah satu konsultan yang disampaikan pada ekspose hasil kegiatan penanggulangan  dan pemulihan  kerusakan terumbu karang dengan metode transpalantasi. Sebagai oleh-oleh sebatas yang sempat saya catat

SelanjutnyaPemulihan Kerusakan Terumbu Karang di Sulawesi Tengah

Bahaya Dahsyat Kebakaran Hutan


Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, string given in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/usm_premium_icons.php on line 624

Beberapa bulan terakhir ini kita belum mendengar pemberitaan tentang terjadinya kebakaran hutan, diduga karena saat ini masih dalam musim penghujan – walaupun kecenderungan batasan antara bulan yang termasuk dalam musim hujan dengan bulan yang termasuk dalam musim kemarau relatif mulai agak kabur.

Biasanya, kebakaran hutan ini terjadi pada musim kemarau. Seperti pemberitaan tentang kejadian kebakaran hutan pada musim kemarau tahun yang lalu. Harapannya sih mudah-mudahan pada musim kemarau ke depan  tidak ada berita kebakaran hutan, mengingat kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab paling dahsyat yang mengakibatkan keberadaan hutan semakin menyusut luasnya.

SelanjutnyaBahaya Dahsyat Kebakaran Hutan

Mengunjungi Taman Nasional


Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, string given in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/usm_premium_icons.php on line 624

Bagi yang mendambakan suasana sepi tapi segar udaranya. Atau bagi yang mendambakan suara alam seperti kicau burung di alam bebas, desir angin, gemericik air terjun, karena setiap hari telinga lelah mendengar hiruk pikuknya pabrik atau kendaraan. Atau juga yang mendambakan warna-warni lembut seperti warna lumut yang menmpel di pohon, hijaunya daun, karena mata letih menatap mengkilapnya layar televisi dan komputer. Bagi mereka yang mendambakan suasana-suasana seperti ini, melalukan wisata alam bisa menjadi salah satu pilihannya.

SelanjutnyaMengunjungi Taman Nasional

Nyanyian Sumbang Para Penambang Poboya


Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, string given in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/usm_premium_icons.php on line 624

Poboya, salah satu kelurahan yang terletak di pinggir Kota Palu, dimana daerahnya berbatasan langsung dengan kawasan Tahura, salah satu kawasan konservasi yang terletak di antara Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Di dalam kawasan konservasi ini seharusnya diperuntukan hanya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Namun beberapa tahun ini tergerus oleh kegiatan penambangan tanpa ijin yang dilakukan oleh masyarakat. Pola penambangan rakyat di dalam kawasan Tahura  ini, merupakan salah satu dari sekian banyak konflik antara kepentingan konservasi dengan kepentingan rakyat.

SelanjutnyaNyanyian Sumbang Para Penambang Poboya

Bagaimana Peranan Hutan Tropis Indonesia?


Warning: array_filter() expects parameter 1 to be array, string given in /home/kanq6153/public_html/wp-content/plugins/Ultimate-Premium-Plugin/usm_premium_icons.php on line 624

Fakta di lapangan menujukkan bahwa deforestasi dan degradasi hutan terus terjadi, baik disebabkan oleh kebakaran hutan; perubahan tata guna lahan, seperti perubahan hutan menjadi perkebunan-perkebunan kelapa sawit, penambangan, dll; serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh aktifitas pemanfaatan yang tidak terkendali. Saat ini, dari luas hutan 133.300.543,98 ha, hanya tersisa 43 juta hektar yang masuk dalam kategori hutan perawan (Kemenhut, 2010). Atau, kerusakan hutan Indonesia mencapai 40 persen dari total luas hutan yang ada (Witoelar, 2011). Deforestasi dan degradasi hutan ini berdampak terhadap fungsi hutan bagi kehidupan manusia. Dengan kondisi demikian, masih optimalkah peranan hutan tropis Indonesia bagi dunia?.

SelanjutnyaBagaimana Peranan Hutan Tropis Indonesia?