Memulihkan Hutan di Wilayah KPH

Memulihkan hutan di lakukan melalui rehabilitasi hutan dan reklamasi. Rehabilitasi hutan dan lahan adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Sedangkan, reklamasi hutan adalah usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi hutan yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.

Baca selanjutnyaMemulihkan Hutan di Wilayah KPH

Menyelenggarakan Keadilan Rimba?

Hutan merupakan barang publik, sehingga setiap orang mempunyai hak untuk menerima manfaat dan kewajiban untuk mempertahankan eksistensinya.

Kawasan hutan tidak berada pada ruang yang hampa, tanpa ada sesuatu apa pun di sekitarnya. Kenyataannya, tidak sedikit desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan dengan kondisi masyarakatnya yang berada di bawah garis kemiskinan. Pada areal Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Model Dampelas Tinombo saja, terdapat 52 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan unit kelola ini. Sementara itu, keadaan penduduk di 52 desa yang berbatasan langsung dengan areal KPH secara dominan memiliki pekerjaan sebagai petani (termasuk petani penggarap). Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketergantungan sebagian besar masyarakat terhadap sumberdaya lahan dan hutan tergolong tinggi. Dalam kondisi seperti ini, terjadinya tumpang tindih penggunaan lahan menjadi lumrah terjadi. Karena ini juga, tidak jarang terjadi konflik antara pemerintah dengan masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan.

Baca selanjutnyaMenyelenggarakan Keadilan Rimba?

Sejarah KPH Model Dampelas Tinombo

Pembangunan KPH model mengawali pembangunan KPH di seluruh Indonesia, diantaranya di Provinsi Sulawesi Tengah. KPH model yang dibentuk di Provinsi Sulawesi Tengah adalah KPH Dampelas Tinombo dengan luas kawasan hutan 100.912 Ha, yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan fungsi kawasan hutan, KPH Dampelas-Tinombo terdiri atas kawasan hutan lindung seluas ±  21.017 ha, kawasan hutan produksi terbatas seluas ±  69.651 ha, dan kawasan hutan produksi tetap seluas ±  10.244 ha.

Baca selanjutnyaSejarah KPH Model Dampelas Tinombo