Pengamanan Hutan Secara Partisipatif

Pada tahun 1998, penjarahan kayu besar-besaran yang terjadi di kawasan hutan Perum Perhutani adalah puncak dari upaya masyarakat memecahkan akumulasi persoalannya, baik timbunan masalah masa lampau seperti hubungan inter-personal dan pemenuhan kebutuhan yang tertunda, maupun masalah kontemporer seperti upaya memberi makan para penganggur. Kedua masalah ini hanya menjadi pemicu dimulainya penjarahan. Pada akhirnya sejarah bercerita bahwa tindakan represif polisional yang memakan korban jiwa malah membuat keadaan semakin runyam. Terjadi perusakan, pembakaran, dan pengusiran aparat keamanan, baik dari Perum maupun militer, sehingga tidak ada satu pihak pun yang bisa menangani keadaan.

SelanjutnyaPengamanan Hutan Secara Partisipatif