Pemandangan Laut Bangkep – Sulawesi Tengah

Mendengar hiruk pikuk orang, saya terbangun setelah baru saja tertidur pulas. Saat melihat arloji yang setia melingkar dipergelangan tangan, jarum jam menunjuk ke arah angka satu. Buru-buru saya membangunkan teman yang masih lelap tertidur. Sambil mengucek mata, akhirnya ia bangun dan segera mengemasi ransel serta tas kecil yang selalu dipegangnya. Tidak lama kemudian kami bergabung dalam barisan antrian untuk keluar dari kapal. Saat itu, pagi dini hari kami baru saja tiba di Pelabuhan Salakan.

Salakan merupakan ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Kota ini terletak di Pulau Peleng yang merupakan pulau terbesar di kabupaten yang terdiri dari banyak pulau ini.

Untuk memudahkan pengucapan, umumnya masyarakat Sulawesi Tengah menyebut Banggai Kepulauan dengan singkatan Bangkep. Wilayah kabupaten ini terdiri dari gugusan atau rangkaian pulau-pulau berukuran sedang dan kecil. Laut yang mengelilinginya merajut tebaran pulau itu menjadi satu gugusan yang disebut Banggai Kepulauan. Luas hamparan laut di wilayah ini lima kali lipat dibandingkan dengan luas daratannya. Dengan wilayah gografis kepulauan dan laut yang luas, wilayah ini kaya akan keindahan laut, pantai, dan pulau-pulau kecil yang mempesona. Ini tentunya memiliki potensi ikan dan laut untuk pengembangan wisata bahari.

Salakan, Banggai Kepulauan

Perjalanan untuk mencapai Bangkep perlu menggunakan berbagai jenis transportasi. Rute perjalanan saya diawali dengan perjalanan darat dengan mobil rental dari Kota Palu. Lama perjalanan lumayan juga, kurang lebih selama tujuh belas jam untuk menuju Kota Luwuk yang berjarak sekitar 607 km. Dari Kota Luwuk, untuk mencapai Salakan – Bangkep saya menggunakan transportasi kapal kayu yang secara reguler beroperasi tiap hari, yang ditempuh kurang dari empat jam. Walau perjalanan menuju ke Bangkep relatif lama, namun semua ini akan terbayar lunas oleh  pemandangan laut Bangkep yang sangat menyenangkan.

RSS
Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Whatsapp