Penangkaran Rusa di Sulawesi Tengah

Tumbuhan dan satwa liar merupakan bagian dari sumberdaya alam hayati yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sepanjang pemanfaatannya dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan potensi, daya dukung, dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar. Pemanfaatan jenis ini adalah penggunaan sumberdaya alam baik tumbuhan maupun satwa liar dan atau bagian-bagiannya serta hasil dari padanya, yang diantaranya dapat dilakukan dalam bentuk penangkaran. 

Penangkaran dapat dilakukan terhadap jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Penangkaran untuk tujuan pemanfaatan jenis dilakukan melalui kegiatan: (a) pengembangbiakan satwa atau perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam lingkungan yang terkontrol, dan (b) penetasan telur dan atau pembesaran anakan yang diambil dari alam.

Kegiatan penangkaran dapat dilakukan oleh perorangan, organisasi berbadan hukum, koperasi atau lembaga koperasi, yang dilakukan melalui proses perizinan terlebih dahulu. Hasil penangkaran tumbuhan liar dilindungi dapat digunakan untuk keperluan perdagangan dan dinyatakan sebagai tumbuhan yang tidak dilindungi. Untuk hasil penangkaran satwa liar  dilindungi yang dapat digunakan untuk keperluan perdagangan adalah satwa liar generasi kedua dan generasi berikutnya yang juga dinyatakan sebagai jenis satwa liar yang tidak dilindungi.

Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki hutan cukup luas dan kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya adalah rusa (Cervus kuhli). Sesuai PP. No. 7 Tahun 1999, satwa ini termasuk yang dilindungi.

Berikut adalah daftar lokasi dan pemilik penangkaran satwa rusa yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

No.

Lokasi

Pemilik

Jenis Satwa

1.

Desa Kalangkangan Kec.Galang Kab. ToiltoliDrs. Hi Moh.Ma’ruf Bantilan, MMPenangkaran Rusa

2.

Desa Sibia Kec. Lampasio Kab. Toli-toliH. Amir MerewangiPenangkaran Rusa

3.

Desa Tavalo Kec. Kasimbar Kab. ParigiH. Andi Amir PalattuiPenangkaran Rusa

4.

Desa Lolu Kec. Biromaru Kab. SigiHermiatiPenangkaran Rusa

5.

Desa Wosu Kec. Bungku Barat, Desa Matansala Kec. Bungku Tengah Kab. MorowaliAnwar HafidPenangkaran Rusa

Perdagangan terhadap tumbuhan dan satwa, termasuk satwa hasil penangkaran seperti di atas, juga mengikuti ketentuan yang diatur oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

CITES merupakan satu-satunya perjanjian global dengan fokus pada perlindungan spesies tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut. Misi dan tujuan konvensi ini adalah melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam.

RSS
Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
Whatsapp