Rintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (2)

NoerTulisan ini merupakan saduran dari laporan hasil pelaksanaan Rintisan FPIC REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah yang kami sampaikan kepada UN-REDD Programme Indonesia dan unsur terkait, pada Tahun 2012. Rintisan FPIC/PADIATAPA dilaksanakan di Desa Pakuli dan Simoro Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi – dua desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah melalui Sub Pokja Bidang IV (Bidang FPIC dan Pemberdayaan).

SelanjutnyaRintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (2)

Rintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (1)

NoerTulisan ini merupakan saduran dari laporan hasil pelaksanaan Rintisan FPIC REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah yang kami sampaikan kepada UN-REDD Programme Indonesia dan unsur terkait, pada Tahun 2012. Rintisan FPIC dilaksanakan di Desa Pakuli dan Simoro Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi – dua desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah melalui Sub Pokja Bidang IV (Bidang FPIC dan Pemberdayaan).

SelanjutnyaRintisan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah (1)

Pedoman Pelaksanaan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

noerdblogDalam sesi diskusi Lokakarya Pertukaran Pembelajaran FPIC REDD+ Antara Provinsi Sulawesi Tengah dengan Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Swiss-Belhotel Palu dan di Desa Simoro  – Sulawesi Tengah pada 12-13 Juni 2013, capaian Kelompok Kerja REDD+ Sulawesi Tengah dalam menghasilkan dokumen Pedoman FPIC yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur mendapat apresiasi dari peserta lokakarya, dan dapat menjadi contoh bagi penyusunan dokumen tersebut di beberapa provinsi lain yang menjadi lokasi aktivitas demonstrasi REDD+.

SelanjutnyaPedoman Pelaksanaan FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

Pedoman FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

DSC04681Dalam konteks untuk memastikan landasan dan pemulihan hak-hak masyarakat, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Peratuan Gubernur Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan FPIC Pada REDD+ Provinsi sulawesi tengah, yang dikategorikan sebagai social safeguard. Pedoman FPIC ini disusun oleh Pokja REDD+ Provinsi Sulawesi Tengah yang beranggotakan para pihak, meliputi: unsur pemerintah, NGO, perguruan tinggi, swasta dan masyarakat adat. Dalam proses penyusunannya, Pokja juga telah melakukan Rintisan FPIC di 3 desa, agar Pedoman FPIC  yang disusun sesuai dengan karakteristik masyarakat Sulawesi Tengah.

SelanjutnyaPedoman FPIC REDD+ Sulawesi Tengah

Implikasi REDD+ Terhadap Kehidupan Masyarakat

REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Degredation, Carbon Stock Enhancement and Forest Conservation), adalah salah satu pendekatan konservasi untuk mengurangi pemanasan global akibat emisi karbon yang berkaitan dengan kerusakan hutan. Ide ini berbeda dengan kegiatan konservasi hutan sebelumnya karena dikaitkan langsung dengan insentif finansial untuk konservasi yang bertujuan menyimpan karbon di hutan. Gagasan utama dari pendekatan ini adalah aktivitas untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cara mengurangi laju deforestasi, mengurangi degradasi hutan, menjaga ketersedian karbon, dan meningkatkan stok karbon hutan tanpa menggangu target pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

SelanjutnyaImplikasi REDD+ Terhadap Kehidupan Masyarakat