Kesepakatan Bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Badan Pengelola REDD+ Dalam Penurunan Emisi GRK dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+)

Logo BersamaUntuk mendukung, mengembangkan serta memantau program dan kegiatan implementasi REDD+ di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada kabupaten percontohan, Gubernur Sulawesi Tengah bersama dengan Bupati Donggala; Bupati Sigi; Bupati Parigi Moutong; Bupati Tolitoli; dan Bupati Tojo Unauna, menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Badan Pengelola Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (Badan Pengelola REDD+).

SelanjutnyaKesepakatan Bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Badan Pengelola REDD+ Dalam Penurunan Emisi GRK dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+)

Peringatan Hari Bumi, Menuju Kota Hijau

Kota PosoHari ini – tepat tanggal 22 April 2014, lebih dari 175 negara memperingati Hari Bumi (Earth Day). Hari Bumi yang pencanangannya dilakukan oleh seorang pengajar lingkungan hidup sekaligus seorang senator dari Amerika Serikat – Gaylord Nelson pada tahun 1970, dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap Planet Bumi yang ditinggali oleh manusia. Pada tahun ini, thema yang diangkat dalam peringatan hari bumi adalah green cities atau kota hijau. Dengan peringatan ini, kota-kota di dunia diharapkan lebih ramah terhadap lingkungan, lebih hijau dan dapat mengurangi Emis Gas Rumah Kaca.

SelanjutnyaPeringatan Hari Bumi, Menuju Kota Hijau

Sulawesi Tengah Menyongsong Implementasi REDD+

Isu perubahan iklim telah menjadi perhatian pemerintah sejumlah negara, badan internasional, para ilmuwan, NGO, dalam upaya mencegah terjadinya bencana yang dikenal sebagai pemanasan global. Salah satu usaha yang dilakukan ialah mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari penggundulan dan kerusakan hutan.

Berbagai pertemuan internasional menyangkut perubahan iklim telah dilakukan di berbagai negara, diantaranya di Cancun Meksiko. Pada Bulan Desember 2010, di kota ini dilaksanakan konvensi internasional yang khusus membahas tentang perubahan iklim, COP (Conference Of the Parties) 16. Hasil konvensi yang dikenal dengan Cancun Agreement (Perjanian Cancun) dianggap berhasil memperbaharui kepercayaan banyak pihak untuk kembali bekerja sama dalam mengatasi perubahan iklim.

SelanjutnyaSulawesi Tengah Menyongsong Implementasi REDD+