Bangga Terhadap Produk Rotan Lokal

Bangga menggunakan produk rotan lokalMasyarakat Indonesia telah terbiasa menggunakan rotan sejak lama. Ungkapan populer yang menyiratkan bahwa penggunaan rotan telah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah ‘tidak ada rotan akar pun berguna’. Mendengar ungkapan ini, barangkali orang akan mengartikannya dalam konteks fungsi rotan sebagai tali (bahan pengikat). Pengertian seperti ini boleh-boleh saja, walaupun sebenarnya kurang tepat. Sesungguhnya, sejak dulu masyarakat Indonesia mengenal rotan, bukan hanya sebatas sebagai tali semata, tetapi juga digunakan hampir di semua segi kehidupan seperti untuk konstruksi rumah, perabot rumah, jembatan, keranjang, tikar, dll.

SelanjutnyaBangga Terhadap Produk Rotan Lokal

Hasil Hutan Bukan Kayu dari Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kawasan hutan cukup luas, yaitu 4.394.932 ha atau sama dengan 64,60 % dari luas daratannya. Hutan yang luas ini, di dalamnya mengandung potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang besar diantaranya rotan, persuteraan alam, dan perlebahan.

Beberapa data menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra penghasil rotan alam terbesar di Indonesia. Produksi rotan alam dari Sulawesi Tengah mencapai 60 persen dari produksi nasional. Potensi dari sisi kualitas, rotan dari Sulawesi Tengah tergolong kualitas prima, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jenis rotan yang sama diluar  Sulawesi, dan sangat dibutuhkan oleh industri meubel rotan untuk keperluan ekspor.

SelanjutnyaHasil Hutan Bukan Kayu dari Sulawesi Tengah

Potensi dan Jenis Rotan Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas hutan sebesar 4.394.932 ha atau sekitar 64% dari wilayah Provinsi (6.803.300 ha), memiliki potensi rotan yang cukup besar. Besarnya potensi rotan di Sulawesi Tengah ini, mendorong berkembangnya industri pengolahan rotan mentah menjadi rotan polis dan rotan core diantaranya di Kota Palu. Produksi rotan setengah jadi ini diekspor ke luar negeri dan dikirim ke Pulau Jawa.

SelanjutnyaPotensi dan Jenis Rotan Sulawesi Tengah

Bahan Baku Rotan Kota Palu, Sulawesi Tengah

Perusahaan agroindustri yang memiliki keunggulan kompetitif akan dapat berkembang menjadi lebih besar, sebaliknya perusahaan agroindustri yang tidak memiliki keunggulan kompetitif tidak dapat berumur panjang. Untuk itu, maka pembangunan agroindustri perlu dilakukan dengan konsep berkelanjutan. Menurut Soekartawi (2001:19-38) ada empat faktor yang mempengaruhi berhasilnya pembangunan pembangunan agroindustri yang berkelanjutan, yaitu: (1) ketersediaan bahan baku, (2) perubahan preferensi konsumen, (3) karakter pesaing, dan (4) kualitas sumberdaya manusia.

SelanjutnyaBahan Baku Rotan Kota Palu, Sulawesi Tengah

Agroindustri Rotan di Kota Palu

Sebagai ibukota propinsi, Kota Palu merupakan sentra perdagangan wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki potensi rotan yang cukup besar. Berdasarkan data hasil survey di Sulawesi Tengah terdapat 38 jenis rotan yang telah diidentifikasi potensial untuk di komersilkan. Sedangkan jenis-jenis yang telah dipergangkan meliputi rotan lambang (Calamus sp.), rotan batang (Daemonorops inops Werb.), rotan tohiti (Calamus simpisipus), rotan merah (Calamus panayuga Becc.), rotan ronti (Calamus axilais), rotan susu (Calamus sp.), rotan umbul (Calamus shympsipus).

SelanjutnyaAgroindustri Rotan di Kota Palu